Telah berpulang ke Rahmatullah beliau yang bagiku adalah Guru Bangsa Indonesia

.

Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun,,,

.

Telah Meninggal dunia Gus Dur alias Abdurrahman Wahid.  Seseorang bagiku yang lebih cocok menjadi seorang Guru  Bangsa, Bapak Bangsa, ketimbang menjadi Presiden. Karena saking terlalu besar namanya, terlalu luas ilmunya, terlalu aneh tingkah polahnya, terlalu lugu karakternya, terlalu nyentrik kebijaksanaanya, terlalu menyentuh hati apa yang dikatakannya, terlalu jujur dengan kesukaannya menertawakan diri sendiri, terlalu maju arah pemikirannya hingga pemikir-pemikir masa kini tidak akan mampu meraba-raba apa yang sebenarnya direncanakan olehnya.

.

Islam janganlah dihayati sebagai ideologi alternatif. Ia harus dilihat sebagai hanya salah satu elemen ideologis yang melengkapi bangunan keindonesiaan yang telah terbentuk.

.

Terkadang memang, untuk  memahami sosok yang bagi penulis  adalah Guru ini,  butuh waktu 5 sampai 10 Tahun ke depan. Seperti saat ini Indonesia kian menjadi negara penengah konflik. Butuh orang-orang yang sabar, butuh orang-orang yang santai, tidak asal grusak-grusuk. Kepergiannyapun terlalu tiba-tiba hilang begitu saja, di saat negara sedang panas-panasnya.

.

Seorang Gus Dur, seperti diungkap Moh. Mahfud M.D. dalam artikelnya “Politik Humor Gus Dur” (JawaPos,15/3/2006), memiliki kepiawaian tinggi menghumori dirinya sendiri. Alkisah, ketika berceramah di depan kerumunan massa, Gus Dur mengajak massa untuk membaca salawat bersama-sama dengan suara keras.

.

Setelah itu, dia mengatakan, selain mencari pahala, ajakan membaca salawat tersebut adalah untuk mengetahui berapa banyak orang yang hadir. “Dengan lantunan salawat tadi, saya jadi tahu berapa banyak yang hadir di sini. Habis, saya tak bisa melihat. Jadi, untuk tahu besarnya yang hadir, ya dari suara salawat saja,” jelasnya.

.

Keikhlasan Gus Dur mengolok kekurangan diri sendiri, self-deprecating, merupakan ujud kewarasan dirinya sebagai pribadi. Menu serupa juga jadi andalan komedian muslim di Amerika Serikat dan Inggris yang sedang berjuang menegakkan citra Islam sebagai agama yang cinta damai pasca serangan teroris 11 September 2001.

.

Ya Tuhan, siapa lagikah pemimpin yang akan menggantikan beliau? Ya Tuhan siapakah lagi pemimpin yang berani menertawakan dirinya sendiri seperti beliau?

.

Presiden SBY menyalami Gus Dur

.

Saya tidak khawatir dengan dominasi minoritas. Itu lahir karena kita yang sering merasa minder. Umat Islam –mungkin karena faktor masa lalu– sering dihantui rasa kekalahan dan kelemahan.

.

Penulis harus tenang, penulis harus kuat, penulis harus sabar, penulis harus rileks. Walaupun di negeri ini kian banyak para bedebah(termasuk saya) 😥 .. Demikianlah para pecinta beliau sekalian.  😥 😥 😥

.

Rupanya, banyak kalangan pemimpin dan pejabat internasional yang terkesan dengan Presiden Wahid. Misalnya, pengetahuan dan penguasaan Gus Dur tentang sastra, tradisi, budaya, sejarah, pemikir, dan pemikiran berbagai negara. Mitra Indonesia dan pemimpin mancanegara acap salut atas penguasaan Gus Dur mengenai negara-negara mitra tersebut.

.

Di mata kalangan pemimpin atau pejabat asing, Gus Dur memang kuat bacaan dunianya. ”Mereka terkesan dengan khazanah dan perbendaharaan presiden RI. Kesan mereka satu, Gus Dur itu sejak masa muda pasti kuat membaca. Jadi, dia pasti kutu buku,” paparnya.

.

Karena itulah, menurut Makarim Wibisono, ketika Presiden Wahid bertemu pemimpin-pemimpin negara lain, ada semacam persentuhan pemikiran dan meeting of mind. Soalnya, yang mereka bicarakan selalu berdekatan dengan pemikiran-pemikiran yang berkembang.

.

”Jadi, kita menggunakan nama KH Abdurrahman Wahid Library untuk mengingatkan bahwa rajin membaca akan mengembangkan horizon dan cakrawala. Dan, ini berarti meningkatkan kapasitas kita untuk mewakili Indonesia di dalam kancah global ini,” jelas Makarim, diplomat senior Deplu RI ini.

.

Di akhir tahun

hilang tak berkesankah

tawa riangnya

.
😥 😥 😥

Iklan