Mau Jadi Presiden Aja kok susah

gusdurPenulis sungguh amat tergelitik dengan menyebarnya gosip tentang seorang tokoh besar di negeri ini. Bahkan kebesarannya yang sudah men-dunia itu, sungguh rasanya bukan seperti melecehkan beliau ketika gosip itu beredar, justru malahan sebaliknya semakin memperkuat ciri khasnya yang luar biasa unik dan kharismatik. Tokoh yang benar-benar orisinil dan selalu menyulut kontroversial di peta perpolitikan bangsa di negeri ini.

.

Menurut gosip yang beredar di media massa, pemerintah akan memberlakukan RUU tentang syarat-syarat calon presiden. Sebagaimana yang saya ketahui di salah satu poin-nya, berbunyi kurang lebih intinya calon presiden “tidak boleh cacat baik fisik maupun mental”.

.

RUU tersebut, entah siapa yang mempunyai ide untuk membuatnya, jelas-jelas menggunakan logika berpikir yang salah tanpa mempertimbangkan aspek kualitas ciri-ciri seorang pemimpin ditelaah dari pengaruh dan pemikirannya terhadap perubahan bangsa.

.

Sudah bukan rahasia umum, KH Abdurrahman Wahid yang akrab biasa dipanggil Gus Dur ini, adalah salah satu pemimpin berkualitas yang paling terpojokkan dengan gosip miring seputar RUU tersebut. Pada awalnya penulis sempat tertawa terkekeh-kekeh, ada-ada saja manuver politik di negeri ini. Kapan politikus negeri ini berani bersaing secara sehat dan demokratis, masak melawan orang yang gak bisa melek saja harus berkonspirasi bersama bikin Undang-undang.

.

Penulis jadi teringat kejadian beberapa tahun yang lalu, ketika Gus Dur dipaksa turun dari jabatannya sebagai presiden. kejadian tersebut hampir mirip dengan penurunan presiden pertama kita Bung Karno. Bung Karno yang hingga menjelang ajalnya tak tampak batang hidungnya semenjak Soeharto memimpin. Perpolitikan kita sudah kotor sejak zaman jatuhnya Soekarno. Akhirnya Penulis pun bertanya-tanya, sudah berapa kali ya Hukum di negara ini dinjak-injak ? Hingga SUPERSEMAR yang katanya ada sampai saat ini masih diragukan ada atau tidaknya.

.

Sedangkan pelanggaran hukum tersebut terulang pada era Gus Dur. Karena keberaniannya memberlakukan kebijakan-kebijakan yang revolusioner, seperti salah satunya yang paling menggemparkan adalah keinginannya untuk membubarkan DPR-RI (yang merupakan kehendak dan cita-cita rakyat sampai detik ini). Padahal Itu pun dengan maksud ingin membersihkan DPR dari praktek-praktek KKN yang sejak Orba hingga kini masih terus dipelihara.

.dewan perwakilan tikus.gif

Tentu saja hal itu menyulut emosional beberapa tokoh-tokoh utama KKN di DPR-RI untuk menggalang kekuatan bersama, mereka bersatu dan berkonspirasi dengan segera melengserkan Gus Dur sebelum mereka kedahuluan di lengserkan. Hukum kitapun di injak-injak lagi. Sudah dua kali pelengseran dilakukan oleh oknum politik yang tidak sadar telah menginjak-injak hukum di negara kita. Atau meraka memang sudah tahu bila itu melanggar dan tetap saja di teruskan, dari pada kehilangan kekuasaan.

.

Dalam perspektif penulis, tindakan Gus Dur memang tidak ada salahnya dan tidak menyalahi hukum karena rakyat selama ini memang masih dibodohi dengan angan-angan reformasi. Bahkan seorang rakyat biasa yang tidak sekolah saja masih bisa melogika-kannya ; “bagaimana mungkin ini reformasi, lha wong yang turun kan cuman Soeharto, padahal khan tentaranya banyak, anak buahnya di gedung-gedung pemerintahan khan juga banyak”

.

Kita ketahui bersama DPR adalah salah satu badan yang berhak membuat Undang-undang selain Presiden. Oleh karena itu Penulis tidak bermaksud membongkar adanya permainan politik yang curang dalam pesta perpolitikan di negeri kita. Seandainya dendam lama itu dilupakan kita saling maaf memaafkan dan berani bersaing secara sehat. Siapa tahu Tuhan mungkin akan menolong kita dari bencana-bencana yang terus menerus mendera negeri ini.

.

Penulis mencoba belajar dari sejarah nabi dan pengaruhnya terhadap perkembangan agama-agama besar di dunia. Nama Musa tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Musa seorang utusan Tuhan yang sejak bayi terlahir bisu, hingga menjelang wafatnya. Lewat kepemimpinan seorang Musa yang bisu, kaum bani israel terselamatkan dari kekufuran terhadap Tuhannya, kehancuran moralnya dan bayang-bayang kematian dari kejaran presiden mesir kala itu, yang bernama Fir’aun.

.

Hingga saat ini nama musa diabadikan oleh sejarah agama-agama ibrahim(islam, yahudi, katolik, dan kristen). Adakah terbesit dalam hati para perencana Undang-Undang kita saat ini, mengambil hikmah dari kisah seorang Musa yang mampu membelah lautan layaknya bak gelombang Tsunami, walaupun dia seorang yang bisu. Penulis tidak bermaksud menakut-nakuti. Karena pada hakikatnya kebenaran tidak bisa ditutup-tutupi. Toh pada akhirnya Tuhan yang akan menurunkan azabnya kepada Fir’aun yang keras kepala mengakui dirinya sebagai tuhan, untung saja musa tidak mencalonkan diri jadi presiden. Bukan?

Iklan