Tepat menjelang liburan. Kurang lebih sekitar jam 5 shubuh setelah sholat. Saya bersama dengan salah seorang kawan, karena bosan dengan hiruk pikuk di kota surabaya, akhirnya memutuskan untuk menempuh perjalanan ke sebuah kota kecil di utara pulau jawa bagian timur, pasuruan. Disamping keinginan me-refresh-kan diri, kami juga hendak meng-iya-kan undangan seorang kawan yang sangat ingin memperkenalkan kehidupan tradisi di kotanya itu.
.

Perjalanan menuju kota pasuruan, dari surabaya dengan mengendarai motor memakan waktu kurang lebih sekitar 2 jam, kami melewati jalan rute sidoarjo, dan jelas saja kami akan melewati jalan raya porong. Disana lumpur masih juga menyembur dan bau gas nya sangat menyengat. Sebaiknya anda menggunakan masker/penutup hidung lainnya dan kaca mata, agar debu-debu dari jalanan di sekitar lokasi tidak masuk kedalam tenggorokan dan menimbulkan asma/sesak napas dan kelilipan di sekitar mata anda ketika berkendara motor.
.
Setelah melewati jalur porong, akan ada sebuah jembatan layang yang dibawahnya mengalir anak sungai brantas, yaitu sungai porong. Warnanya coklat pekat, agak tidak indah memang bila dibandingkan dengan sungai-sungai di eropa. Itu mungkin dikarenakan ada sebagian lumpur dari porong yang dibuang kesana. Tapi tidak usah berkecil hati sungai disini memang coklat, karena banyak vitaminnya. Bahkan tersimpan kekayaan alam di dalamnya. Minyak dan gas bumi yang berlimpah.
. baca selengkapnya