Einstein terkenal dengan rumusan teori energinya [E=m.c²].
bermula dari sebuah catatan harian, aku tuliskan sebuah fenomena tentang keanehan-keanehan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari…
fenomena pertama, ketika perasaan hatiku sedang bahagia, gembira, ataupun senang kenapa rasanya waktu terasa terlewati begitu sangat cepat? bahkan sebaliknya ketika perasaan ku begitu sangat sedih,kecewa ataupun bosan, kenapa rasanya waktu berjalan terasa sangat lambat? ambil contoh saja; bandingkan ketika kita menonton film selama 3 jam dan duduk manis didalam kelas mendengar celoteh dosen yang membosankan..
fenomena kedua, ketika aku kecapaian, setelah berharian menguras tenaga berlebihan sampai kemalaman, aku ketiduran juga, tanpa terasa sudah 12 jam terlewati, sering juga keesokan harinya aku terlambat bangun untuk ke kampus…. kenapa waktu juga sangat begitu cepat?
fenomena ketiga, ketika aku sedang mengerjakan soal-soal UAS, aku dituntut untuk mengerjakan 5 soal hitungan dalam waktu 2 jam, sudah 3 soal kukerjakan dengan penuh energi untuk berpikir dan menghitung dengan teliti, ternyata waktu sudah habis, aku menjadi sangat bingung… kenapa waktu juga begitu sangat cepat padahal baru terasa 1 jam aku mengerjakannya?
fenomena keempat, ketika aku melamun, aku juga merasakan waktu yang berlalu sangat cepat.. kenapa hal itu bisa terjadi?
masih kuingat sebuah tulisan dari laftifa, tentang fenomena-fenomena aneh dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi pengantar dalam mempelajari teori quantum relativitas Einstein… ketika kita sering melakukan perjalanan jauh dengan naik pesawat yang berkecapatan tinggi, bisa membuat umur kita berjalan lebih lambat, atau kata lainnya awet muda… disinggung juga kecepatan cahaya (c) dalam rumusan energi Einstein, masih menjadi sebuah rahasia terbesar hingga saat ini…
dari fenomena pertama hingga keempat aku, merasakan keraguan dalam rumusan E=m.c², yang dijabarkan oleh Einstein… rasanya ada yang kurang dalam rumusan tersebut… bahkan keherananku terhadap efek radiasi dari energi nuklir yang bisa membuat manusia mandul, dan tampak awet muda… bisa juga kubilang kepada kalian agar berhati-hati bila kita sering-sering naik pesawat kita juga bisa mandul?? why ?? karena radiasi tersebut juga bisa dihasilkan dari efek ledakan yang sangat dahsyat, yang bermula dari sebuah kecepatan tinggi dan tak terdefinisi yang dinamakan kecepatan cahaya…
HIPOTESIS AWAL
*dalam rumusan Einstein ada E(energi), m(massa), c(kecepatan cahaya/ konstanta cahaya). 3 huruf dan satu angka ”²” . dan anehnya tidak ada rumusan t = waktu dalam rumusan tersebut, melihat ada variabel kecepatan disana… sekiranya boleh kumodifikasi rumusan Eintein beberapa variabel yang agaknya dilupakan oleh Einstein yang terlampau jenius itu, bila pada awalnya E=mc², ada tambahan variabel t disana. sesuai dengan rumusan kecepatan V(t) dalam waktu tertentu, variabel t tidak pernah lepas dari rumusan kecepatan.
E = m.c(t)², disini t hanya sebagai inner variable dari c
*dan berdasarkan kecenderungan ilmu fisika modern(teori Quantum relativitas) saat ini yang mulai berjalan kembali ke masa lalu tepatnya hampir identik dengan filsafat ajaran tao, yang sudah pernah diungkapkan dalam buku fritjh of capra ”the tao of physics”. perasaan merupakan elemen utama dari fisika, boleh aku berkata seperti itu, karena aku mengalami fenomena-fenomena realitas dari kehebatan ”rasa” yang mampu membuatku mengalami kecepatan cahaya, dengan waktu yang relatif lama namun terlewati begitu sangat cepat secepat kilat, atau bahkan sebaliknya terasa sangat lambat. boleh sekiranya kutambahkan variabel f=feel ( nama lain dari variabel i=imajiner dalam bahasa matematika biasa disebut bilangan imajiner.
E(f) =m.c(t)², dimana c(t)=√E(f)/m
ANALISIS AWAL
kita mulai hitung, kenapa pada fenomena-fenomena diatas waktu terasa lebih cepat. dan waktu bisa terasa lebih cepat ketika kita sedang mengalami fase kecepatan tertinggi yang dinamakan kecepatan cahaya ?
kita batasi dalam hal ini, masih dalam lingkup tubuh manusia, jadi E = energi terbesar dari manusia terungkap ketika dia begitu bersemangat
pada fenomena pertama
hati gembira, f= +, positif
E menjadi +, dan m menjadi 0 (dalam hal ini adalah berat tubuh menjadi ringan atau bisa juga dikatakan nol). kecapaian menjadi hilang… c(t)= √+/0 = tak hingga, kita mengalami itu yang dinamakan kecepatan cahaya dalm waktu yang tѡk terdefinisi… sampai kapan tubuh mampu menempa kita tidak pernah tahu karena semngat yang masih membara dan menggebu-gebu…
hati sedih , f= - negatif
E menjadi =, dan m menjadi +
c(t)=√-/+= -(minus), waktu terasa begitu sangat lambat karena kecepatan mengalami perlambatan dengan adanya variabel minus disana…
pada fenomena kedua
kecapaian E = 0
f menjadi = 0(stabil), dan m menjadi +|
c(t)=√0/+= tak terdefinisi,….. tubuh kita mengalami kecepatan cahaya..
KESIMPULAN SEMENTARA
sesuai dengan ungkapan Rene Descartes, cogito ergo sum ”aku berpikir maka aku ada”. yang sebenarnya seharusnya berbunyi lengkap ”aku ragu, maka aku berpikir, oleh karena itu aku ada”. semua berawal dari Rasa ragu, atau bolehlah kusebut ”perasaan manusia/akal”. terjadilah proses berpikir itu. masih dalam pencarian sebuah pertanyaan besar ”Benarkah rasa menjadi sebuah kunci menuju rahasia terbesar kecepatan cahaya dalam membuka tabir kekuatan terpendam manusia untuk mengendalikan waktu….?? ”