joe terduduk diam, matanya menajam kearah lapang, sesekali melirik ke atas berharap hujan tak datang. Ia baru saja pulang dari kampusnya, dua puluh menit yang lalu diselesaikannya soal-soal UAS(Ujian Akhir Semester) yang berakhir dengan senyum mengembang, hatinya berbungah-bungah. Karena pada saat detik dimana kertas jawaban ia serahkan, pada saat itu juga libur telah datang. Lagu tasya “libur telah tiba”-pun ia senandungkan selama perjalanan pulang dengan riangnya.Saat pulang kuliah, saat itu pulalah kebiasaan joe yang unik pun rutin terjadi, dalam perjalanan pulang dari kampus, ia tak pernah pulang langsung menuju rumahnya. Joe selalu sempatkan waktu untuk mampir di sebuah warung kecil di sebelah tanah lapang yang luas. Tanah lapang yang tak jauh dari rumahnya, dimana ia terkenang masa-masa kecilnya, masa-masa ketika ia masihlah duduk di SD. Kisah kasih di sekolah ,pikirnya.
Seketika haru menyelimuti hati joe, bak rasa syukur oleh kenangan masa kecil yang tiba-tiba dirindukannya. Di pandanginya tanah lapang dengan mata berkaca, “selama sepuluh tahun tak ada yang berubah di sini”, gumamnya, bahkan sang penjual warung di tempatnya duduk sekarangpun, masih juga tetaplah sama. lanjutkan membaca

















