OTAKU

baca, rasain, pikirin, pusingin, matiin, ceraaaaaahhhh booooooooookkkkkk!!!

GRAFFITI INDONESIA 1945 (sebuah kritik untuk mengembalikan jati diri bangsa) September 29, 2009

.

Penulis menyimpan sejenis perasaan tertentu ketika melihat goresan-goresan aerosol di tembok-tembok kota. Terkadang penulis bisa tersenyum bahagia dan terkadang bisa menjadi sangat muram dan sedih. Yang membuat penulis tersenyum ialah apabila goresan aerosol tersebut menyampaikan pesan-pesan perlawanan. Dan yang membuat jengkel sekaligus sedih adalah apabila goresan aerosol hanya sekedar menampilan kerumitan teknis tingkat tinggi tanpa adanya pesan perlawanan.

.

Tulisan di bawah ini ditujukan untuk membuka mata kita semua bahwa sebenarnya kelahiran graffiti di Indonesia menyimpan sejarah yang tidak bisa disepelekan dalam fase-fase awal lahirnya negara Indonesia. Sekali lagi: gerakan graffiti lahir pada fase-fase awal lahinya negara kita, Republik Indonesia. Penulis ingin menunjukkan bahwa political-graffiti di Indonesia itu sama tuanya dengan usia Republik Indonesia ini. Kemudian, penulis ingin mengajak para bomber atau sebut saja pekerja graffiti (untuk lebih meluaskan cakupan media graffiti: mulai tubuh, tembok, kaos, komik, dll) agar membumikan gagasan-gagasannya dalam keberpihakan terhadap rakyat.

. Lanjutkan membaca….

 

MAHKAMAH ANJING Oktober 26, 2008

Tiba-tiba kota kami diserbu begitu banyak anjing. Mereka berkerumun seperti semut merubung gula, berkeliaran di setiap tempat. Di jalan, sekolah, pasar, mal, taman, gedung pusat pemerintahan, hingga tempat pengadilan. Dimana-mana anjing.

.

Aku tidak tahu darimana asal anjing-anjing itu. Orang-orang yang kutemui selalu kutanyai, namun mereka sama tidak tahunya seperti aku. Membaca suratkabar tidak memberikan jawaban apa-apa, hanya menambah kecemasan di dalam kepala. Di halaman depan suratkabar, walikota kami menyerukan agar warga menghindari binatang liar yang menulari rabies itu, sebab gigitannya bisa mematikan. Petugas-petugas dengan mobil pengangkut khusus disiagakan untuk menangkap dan mengurung anjing-anjing itu lalu mengirimkannya ke tempat karantina di pinggiran kota.

.

Kami, warga kota cenderung menghindari dan membiarkan anjing-anjing itu berkeliaran. Sudah jadi pemandangan umum bila melihat bagaimana mereka merapat ke pohon atau tiang lampu, lalu mengangkat salah satu kaki belakangnya dan buang air kencing disana. Bau kotoran anjing merebak ke setiap sudut kota. Mereka juga seenaknya bersenggama di tempat-tempat umum. Kota ini seperti neraka saja.

.

baca selengkapnya

 

Surat Maret 2, 2008

Diarsipkan di bawah: tULisan SoBat2 TeRsaYaNg yang gak Sengaja Nangkring di laPtop — OTAKU @ 21:44
Tags:

email.gif

Surat dari Imam Ali

Untuk Para Penguasa

Jadikanlah kekuasaanmu yang sangat pada segala sesuatu yang paling dekat dengan kebenaran, paling luas dalam keadilan, dan paling meliputi kepuasan rakyat banyak. Sebab, kemarahan rakyat banyak mampu mengalahkan kepuasan kaum elit. Adapun kemarahan kaum elit dapat dibaikan dengan adanya kepuasan rakyat banyak. lanjutkan membaca

 

menatap senja di pagi hari Desember 24, 2006

Dimulai dari pagi yang cerah, ketika senja sedang memerah semerah darah, aku bangun dari matiku yang sekejap dimana aku terbangun di kamar temanku yang memiliki mimpi yang sama, aku bangun dari kenyataan dan menghadapi mimpi yang pasti akan terlewati seperti yang sudah-sudah. Walaupun terkadang kenyataan yang aku lewati tidak berkesan. “mimpi apa lagi yang akan aku hadapi mulai pagi ini?” batinku dalam hati. Seperti biasa, aku memulai mimpiku dengan mencoba berkomunikasi dengan-Nya…. Namun ternyata sapaanku belum berhasil,tetapi aku akan mencoba terus-menerus sampai mimpi yang aku jalani benar-benar berakhir. Selesai mencoba berkomunikasi dengan-Nya aku melanjutkan mimpiku dengan menerka kejadian apa saja yang akan aku alami dalam mimpiku ini ke dalam sebuah tulisan…. Tepatnya yang aku ketik di sebuah software yang terdapat di dalam sebuah komputer temanku. Sedangkan temanku sedang berbaring sambil bersenandung sebuah lagu tentang cinta…. Cinta, sebuah kata yang membuat perasaanku campur aduk “waduh! Buat apa aku berpikir tentang kata ini?” aku melanjutkan tulisanku dengan mencoba mengabaikan suara senandung temanku. Ah, akhirnya aku tinggalkan tulisanku walaupun belum selesai. “Bbrrr….!!!!!! Dingin sekali” suaraku lirih saat aku menuangkan air ke atas permukaan tubuhku ketika aku sedang mandi, tapi aku terus melanjutkan mandiku sampai selesai. Keluar dari kamar mandi aku melihat matahari yang semakin meninggi memudarkan merah darah sang senja seolah-olah memberitahukan bahwa mimpi buruk akan kita jumpai.. di mana para manusia akan melanjutkan mimpinya dengan monoton. Lahir, sekolah, kuliah, kerja, menikah, dan seterusnya

by Agra N.A