London Riots meluas menjadi UK Riots

Agustus 10th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

9 bulan yang lalu, 9 desember 2010 pemerintah Inggris kelabakan. Puluhan ribu mahasiswa berdemonstrasi protes turun ke jalan. Mereka yang tergabung dalam Inggris Uncut, 38 degrees, etc adalah berbagai organisasi pergerakan yang tidak hanya beranggotakan mahasiswa, termasuk juga guru, perawat, dan pekerja media profesional juga ikut ambil bagian di dalamnya.

Namun tetap saja mayoritas dari para demonstran adalah mahasiswa Inggris yang geram dan frustasi dengan rencana kebijakan baru pemerintah Inggris. Rencana kenaikan biaya pendidikan(SPP) di Perguruan Tinggi sebesar 300% membuat parlemen square di London mengepul. Asap bagai kabut menutupi sebagian besar kota london. Tidak hanya itu, pecahan-pecahan kaca bagai bintang di langit, berikut coretan grafiti menghiasi lantai dan dinding-dinding di bangunan-bangunan sekitar kota.

Bagi seorang analis sosial

Kekerasan terjadi karena protes damai sudah begitu lama tidak di dengar oleh pemerintah Inggris. Kekerasan puluhan ribu mahasiswa bukanlah tanpa alasan. Ketidakstabilan ekonomi di Uni Eropa, menyebabkan efek domino mulai dari Yunani berimbas ke Prancis, Italia sekarang efeknya telah menyebar menuju Inggris.

Krisis ekonomi, pengangguran, kesenjangan sosial yang akut, ternyata efeknya tak bisa juga di redam di Inggris.

Tragisnya kamis 4 agustus 2011, seorang pemuda bernama Mark Duggan berusia 29 tahun dari Tottenham (kawasan london utara) entah kenapa telah tewas terbunuh oleh pistol Polisi Inggris? menurut polisi pemuda itu adalah gangster yang meresahkan membawa senjata api. Padahal tidak ada satupun bukti yang ditemukan mengenai fakta yang diungkapkan oleh polisi itu.

Hal itu menyulut kemarahan masyarakat Inggris yang selama ini terpendam, khususnya London utara dimana sebagian besar masyarakat dari ekonomi kelas menengah kebawah hidup.  Penulis jadi heran, masyarakat Inggris utara dengan begitu banyak blok-blok imigrannya (Sesuai dengan kebijakan multikultural) ; begitu mengkotak-kotakkan manusia berdasarkan blok-blok daerah, mungkinkah itu hanyalah sebuah usaha pemerintah Inggris untuk mengelabui masyarakat baik lokal maupun internasional?

Kita tahu sendiri memang tidak dipungkiri, bila ekonomi dunia pernah juga krisis, dan meletuslah perang dunia I dan II. (Naomi Klein : the shock doctrine) Pemerintah di negara-negara yang didera krisis toh akhirnya membuat masyarakatnya berperang, saling bunuh membunuh di antara sesama manusia. Dengan adanya blok-blok itu jelas semakin jelas bagi penulis pribadi, kemana sebenarnya tujuan dari arah kebijakan multikultural pemerintah Inggris itu, kenapa tidak dibiarkan mereka membaur menjadi satu?

Krisis Ekonomi Uni Eropa–>Kebodohan Pemerintah Inggris melakukan => Pemotongan Anggaran untuk sektor Publik + Pengurangan Tenaga Kerja di Pemerintahan + Penutupan Perpustakaan/layanan publik lainnya + Peniadaan Jaminan Kesehatan –> Penggangguran membludak + Privatisasi Sektor Layanan Publik –> Eksklusi Sosial naik tajam akibat ketidakadilan akses layanan publik –> Kesewenang-wenangan Aparat –> Pecahlah Kerusuhan!

.

Inggris sebenarnya tak jauh beda dengan Jerman pada saat perang dunia 2, orang Inggris yang masih juga mati-matian menolak pembauran, sama halnya dengan fasis bukan? Selain Kebijakan Multikultural dengan blok-blok perumahan berdasarkan ras tertentu. Untuk menanggapi gejala krisis ekonomi yang penyebarannya tak bisa lagi dibendung, Pemerintah Inggris juga mengesahkan beberapa kebijakan timpang yang menyebabkan semakin parahnya gejala ekslusi sosial di Inggris. Diantara salah satunya : 

Pemotongan Anggaran Belanja Negara untuk Layanan Publik

Salah satunya adalah Pemotongan Anggaran Biaya Pendidikan yang menyebabkan Biaya pendidikan di Inggris melonjak naik 300% untuk biaya Pendidikan Tinggi.  Jelas hanya segelintir orang-orang kaya saja yang mampu berkuliah. Tentu saja hal ini tidak hanya membuat kadar eksklusi sosial dan kesenjangan sosial dalam masyarakat semakin mengental. Ketidakadilan dalam memperoleh hak pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan; yang seharusnya ekual. Membuat masyarakat ekonomi kelas menengah kebawah semakin geram.

Semoga saja saja rakyat Inggris dan warga manusia di seluruh dunia, tidak mudah terkecoh akan isu bila ini adalah hasil dari kelalaian kebijakan multikultural; Khususnya kaum imigran. Ini murni krisis ekonomi yang efeknya telah menyebar menjadi krisis multidimensi dalam masyarakat UK.

Jadi London Riots adalah murni akibat kegagalan pemerintah Inggris untuk membendung krisis ekonomi yang melanda. Krisis yang menyebabkan kadar kesenjangan sosial- ekslusi sosial  semakin mengental. Kesenjangan dan esklusi yang lagi-lagi, manusia bila perut lapar, nganggur dan penyakitan adalah wajar saja bila emosi melonjak, dan semakin bertindak kekanak-kanakan. Mungkin tak bisa dipungkiri bila ada satu dua orang perusuh yang rasis.

Tapi setidaknya kita semua sadar ini bermula pada awalnya bukanlah masalah sentimen rasial, ataupun gara-gara peran terlibatnya social media Blackberry dan Twitter (seperti apa yang telah diberitakan oleh media tempo berikut : http://www.tempointeraktif.com/hg/eropa/2011/08/09/brk,20110809-350774,id.html). BBM dan Blackberry begitu pula Ipad dan Android; hanyalah alat bagi para pemrotes untuk saling terhubung satu sama lain, mereka yang merasa senasib dan sepenanggungan selama ini memperoleh ketidakadilan.

Sekali lagi ini murni masalah krisis ekonomi yang kian meledak. Dibumbui dengan meroketnya harga-harga dalam hal jasa pelayanan publik, tingkat penggangguran yang tinggi. Efeknya menyebar menuju ke seluruh Inggris, dari London Riots meluas ke Manchester, Birmingham, Liverpool, Nottingham dan Gloucester. Hingga malam ke empat penjarahan masih saja terus berlangsung.

Bank-bank di inggris tampaknya bagi penulis sudah sangat begitu terlewat serakah.

Apakah krisis ekonomi di Inggris akan juga menuju Indonesia? Apakah Indonesia ikut-ikutan rusuh?

Entahlah ?! Penulis belum bisa memprediksikan, yang jelas beberapa bulan ini penulis mendengar berita bila beberapa biaya pendidikan tinggi negeri di kampus-kampus Indonesia sudah mulai merangkak naik. Dan begitu anehnya, tidak ada kerusuhan, baik itu demonstrasi terkait seperti apa yang dilakukan oleh mahasiswa di Inggris ini.

Aneh, mungkin saja mahasiswa PTN di negeri ini sudahlah sebagian besar berada dari kaum kelas menengah keatas. Sudah juga telah mapan dan nyaman sibuk berkuliah, karena memang sebagian besar dari mereka adalah anak mama dari para pejabat negara, mau apa-apa tinggal minta papa dan tentu SPP yang naik adalah hal yang wajar.

Sumber berita :

Mengenai Protes mahasiswa mengenai kenaikan Biaya Pendidikan, TIME

Potongan berita di time

Bila ingin melihat foto-foto yang berkaitan dengan kerusuhan silahkan klik disini,

Berita mengenai kerusuhan yang sedang terjadi saat ini bisa anda lihat di BBC, Reuters, etc

Tapi saran penulis lebih baik melihat up date informasinya di You tube, karena video-video tersebut di upload langsung oleh penduduk lokal disana, seperti video berikut

http://www.youtube.com/watch?v=DAzhZ4VPd9k&feature=topvideos_music

Bila ingin update kejadian di UK riots  secara langsung bisa anda follow salah seorang tweets bernama pak Yanuar Nugroho , yang udah nulis banyak tentang UK riots sesuai dengan apa yang telah dirangkum oleh blogger google+ berikut : https://plus.google.com/108580273886657092462/posts/7DhmReCEs2k,

atau kalau baca-baca lebih banyak mengenai pak Yanuar Nugroho, kunjungi aja di blognya wordpress berikut : http://audentis.wordpress.com/

Tagged: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading London Riots meluas menjadi UK Riots at OTAKU - Catatan Berserakan.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.