Email sesat : Infeksi larva Payudara resahkan banyak Facebooker cewek

Permohonan :

Tulisan ini didedikasikan untuk para wanita. Penulis mohon bantuannya, sebaiknya anda sebarkan tulisan ini kepada teman-teman wanita anda untuk membacanya. Terutama di situs jejaring sosial Facebook.
.

Bookmark and Share

Ada segelintir oknum-oknum iseng yang mencoba menakuti para wanita. Dengan modus-modus mengirim email teror berupa cerita fiksi dan gambar buatan. Terus terang ini sangat meresahkan penulis , gara-gara praktik pembodohan ini banyak teman wanita penulis menjadi paranoid, lebay, ketakutan, jijik setengah mati, dan mual-mual gak karuan. Sialnya baru-baru ini di situs jejaring sosial facebook indonesia. Isu ini telah merebak bak teror, tanpa ada sedikit komentarpun yang mencoba meluruskan fakta di balik isu miring bin sinting ini.

.

Oleh karena itu sebagai salah seorang internetter-blogger yang kebetulan menerima informasi sesa(a)t itu (bisa dibaca sesat atau sesaat), penulis merasa bertanggung jawab atas ketidakdewasaan para oknum internetter iseng dari negara asing tersebut. Dan sialnya teror malah dilanjutkan oleh internetter-blogger negara kita sendiri, benazirblog salah satunya.

.

Tulisan ini didedikasikan untuk  ikut juga meramaikan usaha para blogger yang telah memulai lebih dulu dalam meredakan isu teror tersebut, diantara salah satunya “marztreize”, yang melakukan pelurusan di Agustus 2008. Sedangkan penyebaran di “kaskus” pada bulan mei 2009, dan di Facebook juga baru-baru ini. Padahal sudah sejak juni 2003  orang iseng asing misterius itu menyebarkannya di dunia maya internet.

.

Karena tidak menutup kemungkinan  “sebagian besar” tipikal pengguna Facebook. Mohon maaf sebelumnya (sambil masang tampang sok sangar),  para facebooker yang lebih suka kemudahan dengan  segala sesuatu yang berbau serba instan, masih awam, dan lugu dalam soal tipu-menipu media internet. Tentu saja, sangat wajarlah dengan begitu mudahnya menjadi korban empuk dari para penjahil ini (padahal penulis sendiri juga seorang FACEBOOKER, wakakak)

.

Berikut gambar yang telah menyebar di Facebook, yang  memuat tulisan dan foto payudara tersebut. (Peringatan : penulis sengaja mengecilkannya seminimize mungkin. Sebagai bentuk antisipasi kesiapan diri para pembaca sekalian untuk memberanikan diri melihatnya sendiri,  dengan cara : silahkan meng-klik pada gambar dibawah ini sendiri, kalo BERANI ?! )

.

.

Dari gambar diatas, setelah penulis melakukan serangkaian penyelidikan bersama dengan bantuan mbah Google. Penulis akhirnya mendapatkan kesimpulan dan fakta-fakta, dalam dua kategori yang mendebarkan. Penulis dengan berterus terang harus menuliskannya secara dramatis, yaitu kabar baik dan kabar buruk. Dengan sepihak, penulis putuskan untuk menulis Kabar baik terlebih dahulu, agar kabar buruk lebih terngiang dalam kepala saudara-saudara sekalian.

.

Kabar baik

.

Segala Puji syukur bagi Tuhan  saudara saudari  sekalian, hasil Analisisnya ternyata sangat begitu melegakan    :

1. gambar diatas adalah PALSU, hasil “editan” dengan software photosop

2. Tulisannya adalah tulisan hasil terjemahan yang dilakukan para penjahil.

Gambar pertama muncul di Internet, uncaptioned, pada bulan Juni 2003.

Sebagai Snopes.com debunker, David Mikkelson telah menyelidiki, tampaknya sebagai hasil penggabungan unsur-unsur dari dua gambar, satu dari payudara wanita dan yang lain dari biji teratai pod.

Anda bisa melihat analisis lengkapnya di snope.com

.

.

Kabar Buruk

.

Tetapi mungkin ada baiknya juga bila para wanita melakukan pencegahan karena ternyata memang pernah ada kasus seperti ini pernah terjadi di Nigeria seperti yang diinformasikan oleh urbanlegends.about.com . Dan nama gejala penyakit itu adalah Myiasis payudara.

.

‘Myiasis payudara’ adalah suatu kondisi medis yang nyata

.

Infeksi  larva payudara, meskipun sangat jarang terjadi, dapat benar-benar terjadi – di download dari situs Web sebuah jurnal medis dan dilampirkan ke email pada akhir 2005.  Ini awalnya disertai sebuah artikel berjudul “Furuncular Myiasis dari payudara Disebabkan oleh Larva Tumbu Fly (Cordylobia Anthropophaga).” Kasus, yang terjadi di Nigeria, bukan Amerika Selatan, digambarkan sebagai berikut:

.

Kami melaporkan perempuan tua berkisar 70 tahun, yang di beri  bra, setelah beberapa minggu mengalami infeksi gatal-gatal di payudara kanan. Dari infeksi itu menumbuhkan larva dari jenis C. anthropophaga . Empat belas larva yang diambil dari payudaranya telah berhasil menyembuhkan infeksinya dengan baik.

.

Perhatikan juga bahwa walaupun khusus dari Susan McKinley email tetap tidak berdasar, dari para penulis anonim yang tidak tahu satu atau dua hal tentang keadaan mempromosikan furuncular myiasis payudara.  “Harap pastikan anda setrika dahulu pakaian anda sebelum Anda memakainya, pastikan juga sebelum memakainya pakaian anda benar-benar kering dan tidak lembab, karena penyebab utama infeksi yang dialami oleh salah satu perempuan nigeria diatas adalah kebiasaan warga afrika pedalaman. Dia tidak memakai setrika (walau ada listrik tapi masih bandel) dan mencuci bra-nya di sungai yang ke-higienisannya patut dipertanyakan”.

.

.

Akhir kata

.

Sebenarnya penulis mencoba mengajak para pembaca, untuk bertualang menelusuri sejarah. Mencicipi hikmah dari secuil contoh sederhana dengan  “mempelajari sejarah dari mbah GOOGLE”. Tapi alangkah dahsyatnya, ternyata begitu sangat mengerikan, meneror saya dan anda secara tidak langsung. Membuat bulu kuduk saya merinding, hiii…

.

Seperti kata Bung Karno “JAS MERAH, JAngan Sekali-kali MElupakan sejaRAH sodara-sodaraku sekalian sebangsa dan setanah air”.

.

Penulis berharap, agar kita semua tidak pernah terlepas dari jejak sejarah. Karena sejarah adalah tempat kita berpijak. Walaupun dalam sejarah itu terdapat kabar buruk. Malah bukankah lebih baik lagi, bila sejarah menawarkan resah,  hingga membuat kita lebih bersikap waspada, lebih cerdas, lebih berpikir, lebih ingin bertanya, lebih ingin mencari tahu, lebih ingin berilmu, lebih ingin belajar, dan lebih-lebih bersikap positif lainnya.

.

Daripada bengong, lebay,  ketakutan berlebihan, buntu dalam menentukan arah, dengan tanpa ada upaya sedikitpun untuk melakukan pencerahan persepsi dan kedewasaan berpikir dan bersikap dalam menghadapinya, Bukan?

.

Oh iya kalau mau baca-baca tulisan bung karno ke sini ya >> [kumpulan karya bung karno] :)

About these ads