OTAKU

baca, rasain, pikirin, pusingin, matiin, ceraaaaaahhhh booooooooookkkkkk!!!

MAHKAMAH ANJING Oktober 26, 2008

Tiba-tiba kota kami diserbu begitu banyak anjing. Mereka berkerumun seperti semut merubung gula, berkeliaran di setiap tempat. Di jalan, sekolah, pasar, mal, taman, gedung pusat pemerintahan, hingga tempat pengadilan. Dimana-mana anjing.

.

Aku tidak tahu darimana asal anjing-anjing itu. Orang-orang yang kutemui selalu kutanyai, namun mereka sama tidak tahunya seperti aku. Membaca suratkabar tidak memberikan jawaban apa-apa, hanya menambah kecemasan di dalam kepala. Di halaman depan suratkabar, walikota kami menyerukan agar warga menghindari binatang liar yang menulari rabies itu, sebab gigitannya bisa mematikan. Petugas-petugas dengan mobil pengangkut khusus disiagakan untuk menangkap dan mengurung anjing-anjing itu lalu mengirimkannya ke tempat karantina di pinggiran kota.

.

Kami, warga kota cenderung menghindari dan membiarkan anjing-anjing itu berkeliaran. Sudah jadi pemandangan umum bila melihat bagaimana mereka merapat ke pohon atau tiang lampu, lalu mengangkat salah satu kaki belakangnya dan buang air kencing disana. Bau kotoran anjing merebak ke setiap sudut kota. Mereka juga seenaknya bersenggama di tempat-tempat umum. Kota ini seperti neraka saja.

.

baca selengkapnya