lumpur itu masih saja menggenang
diantara luka-luka dan kepedihan
yang kini selalu datang
lumpur itu masih saja menggenang
diantara tawa ceria dan harapan
yang kini hanya mampu dikenang
lumpur itu masih saja menggenang
diantara penguasa, pengusaha, dan pemerintah
yang kini masih saja terus-terusan berang
lumpur itu masih saja menggenang
diantara manusia-manusia dan korban
yang rumah, sawah,ladang dan lahan pekerjaannya pun ikut raib menghilang
lumpur itu masih saja menggenang
diantara kepastian-kepastian
yang juga tak kunjung datang
lumpur itu masih saja menggenang
diantara air mata
yang enggan juga berhenti
diantara kerasnya hidup di negeri ini
diantara maraknya korup di negeri ini
diantara melambungnya harga-harga di negeri ini
diantara amarah warga yang kini pun jadi api
dan bakar semua kertas-kertas,
bertorehkan tinta abu-abu
berstempel
KONSPIRASI TERSELUBUNG
ANTARA
PEMERINTAH+PEMODAL+KAMPUS
















