sedang seru dan hangat-hangatnya isu tren ini menyebar seperti lalat di tengah kerumunan mayat, berteberbangan kian kesana kemari, hingga aku sadari mungkin buat sebagian orang risih juga baik itu dari kalangan anti maupun pro. tapi aku gembira sama orang bikin ini bahasan jadi panas dan mungkin bikin sebagian ada pula yang tak ambil peduli. yang jelas makin banyak mata melihat, dan makin banyak itu mulut berbicara saling jegal menjegal antara kubu anti dan pro, makin hidup juga budaya diskusi, yang awal mulanya hampir tak pernah ada di kampus ini.yang isinya "mahasiswa" yang katanya kritis. walau aku tak pernah menutup mata, mahasiswa saat ini sedang ngetren itu "kuliah setor absen".
bagiku, tren hanyalah sebagai alat untuk propaganda.
bila kapitalis buat tren untuk raih keuntungan semaximal mungkin. maka aku sebaliknya buat tren itu raih kebangkrutan semaximal mungkin untuk para kapitalis itu. walau ini terlihat kejam, tapi lebih kejam lagi penggunaan sistem kerja buruh yang tidak sesuai dengan gaji yang mereka dapatkan. buruh diperas tenaganya untuk menciptakan seluruh atribut "gaul" yang kita pakai, baik itu pakaian, celana, sepatu, topi2, etc yang ber-merk. dan dapat kita cermati kian bangkrutnya mereka di negeri ini.kebangkrutan perusahaan reebok, salah satunya. ini tidak lain adalah peran para distro, komunitas independen pedagang asongan(TP 5, delta pinggir jalan) mereka jual semua atribut gaul dengan harga yang lebih murah karena hasil buatan sendiri.tidak hanya itu, tren tidak hanya hebat menciptakan lapangan pekerjaan, namun juga hebat dalam hal bikin pembodohan,. dan bisa juga luar biasa bikin itu pencerdasan. itu semua tergantung dari sisi manakah kita memandang?
bagiku, memandang adalah melihat dari segala arah dan mempertimbangkan manakah yang pantas kupilih untuk kupandang, memandang tanpa pertimbangan adalah bunuh diri. mungkin juga jalan terbaik sebaiknya bunuh diri saja, bila tak ingin hidup lebih lama. pada awalnya aku sudah basi bahas ini isu. tapi aku masih saja ingin hidup 1000 tahun lagi diantara mayat-mayat dan lalat-lalat yang berterbangan.
tren antara pembodohan dan pencerdasan
tren bagiku seperti sebuah gaya, yang tak dapat diciptakan dan tak dapat pula dimusnahkan, melainkan bisa diubah menjadi tren yang lain. bila kau jadi tren maka akan selalu ada itu anti tren, yang akan mengganti tren sebelumnya, tapi dengan syarat bila anti tren ini memiliki kekuatan yang lebih dahsyat dari yang namanya tren sekarang. maka bersimpatilah terhadap para konsumen, karena kau penjual tren....... selanjutnya cerdaskan mereka karena bodoh suka ikut-ikutan... aku lebih suka pakai baju buatanku sendiri, dengan caraku sendiri.... dan aku lebih suka bahasa indonesiaku sendiri daripada sok-sokan pakai bahasa inggris... aku tak peduli itu ITB,UI atau kampus apalah itu, karena kampus-kampus itu aku rasa kalian sudah tahu, kampus yang sudah diubah jadi perusahaan dengan embel-embel PT.BHMN, dengan tujuan utamanya demi persaingan global, gLoBALISASI hasil amerika suka sedot SDA negara dunia ke3 macam Indonesia, venezuela, meksiko,etc... aku sarankan kau pindah saja ke UI, atau apalah itu sekalian ke hongkong sana, bila kau mau pakai bahasa inggris.. hahaha gitu aja kok repot.....
aku tak suka ikut-ikutan, aku coba cari kesukaanku sendiri, aku lebih suka JANCOK, atau ANJING, dan aku tak suka diatur, dan aku tak berpihak pada kubu manapun baik itu tren maupun anti tren,karena memang bagiku itu tak penting, dan ada baiknya mereka bersatu, buang-buang energi saja, kalau soekarno suka bilang itu NON-BLOk, tapi aku lebih suka sebut NON-GO-BLOK. yang lebih penting adalah berpihak kepada rakyat/penguasa karena memang hierarkisnya jelas, musuh rakyat adalah penguasa.
dan kalian tak perlu ajari aku, karena aku rasa kalian juga tidak perlu diajarkan, karena kita akan paham dengan sendirinya, kenapa kita bisa ikut-ikutan dan diarahkannya oleh mereka jadi bekicot, dipelorotkannya celana kita, atau malah dicingkrangkannya celana kita, atau malah diubahnya celana ini jadi jarik dan ada keris sakti disabuknya...ciuhh menjijikkan, dijajahnya pikiran kita ini, dan disedotnya uang kita, dan diperasnya otak kita oleh apa itu yang namanya kuliah, dan himpunan diubahnya jadi macam anak perusahaan dari jurusan yang sudah jadi perusahaan pakek embel2 ISO berstandar Internasional bookk..., dan semakin jauh dari kata RAKYAT, diubahnya kata RAKYAT jadi CUSTOMER, aku tak tahu kenapa otak penguasa selalu bodoh dan idiot, enak saja ambil kebijakan tanpa pahami sejarah kampus ini berdiri, untuk siapa kampus ini berdiri, yang jelas aku masih ingat soekarno pernah bilang dalam pidatonya di pembukaan kampus ini tepatnya 50 tahun yang lalu, "kampus ini adalah kampus untuk mencerdaskan rakyat, yang kesemuanya dari rakyat oleh rakyat, dan untuk rakyat", CUSTOMER? kita akan tahu itu dan semuanya sekarang sudah jadi tren... aku rasa semua itu tidak penting, karena kita akan paham dengan sendirinya, ketika kesenjangan sosial antara si kaya dan simiskin begitu tajam, ketika rakyat yang kini sedang membisu akibat kenaikan harga, ketika kasus kekerasan keluarga di kampung-kampung ikut juga meningkat, ketika anak putus sekolah juga ikut pula meningkat, ketika banyak juga angka bunuh diri, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, dan yang paling nyata, ketika kau sudah lupa kau asli daerah mana, dibesarkan dimana, apa nama negaramu, apa warna benderamu, bagaimana kondisi rakyatmu, yang di aceh, kelapran di papaua, busung lapar di nusa tenggara, banjir di jakarta, lumpur di dekat surabaya, kau LUPA!! iya kau LUPA, namun aku yakin kita akan INGAT, kita masih pernah dikader, walau akhirnya LUPA lagi... peran dan fungsi kita sebagai mahasiswa adalah PERHIASAN KAMPUS...ciuhh tenang saja nanti bisa di ubah INGAT lagi jadi AYAM KAMPUS, tenang-tenang ini yang paling seru KAM(UMAM)PUS !!!
ketika angka kemiskinan sudah semakin meningkat tajam dan membludak DUOOORRR...... mereka berlarian seperti harimua yang kelaparan dan menerkam dan mengoyak daging-daging segar dan gemuknya mahasiswa, yang kata mereka daging orang kaya yang selama ini makan daging-daging mereka.....BAKAR INI !! BAKAR ITU!! KITA BAKAR KAMPUS ORANG-ORANG KAYA INI... aku cuman malu bila rakyat yang akan membakar sendiri kampus kita... kampus-kampus yang sudah jadi Mal-mal yang menjulang tinggi ber-ac LG, sekarang aku tak tahu aku sedang terus mencoba agar rakyat tek perlu repot-repot turun tangan, karena kami sendiri yang akan membakar kampus kampus kami sendiri, karena kami sadar, kami tak butuh kemewahan, kami butuh pendidikan, dan kami ingin belajar bersama rakyat, kami buat itu Sekolah Rakyat, kami masuki kampung-kampung yang katanya kumuh itu, kami kaget, dan sangat kaget, karena kami sudah bosan dalam ruang-ruang kelas yang tertutup rapat, kami tidak ingin dicetak jadi robot, kami tak ingin jadi koruptor, kami ingin bermain musik, kami ingin bermain kartu, kami ingin bermain catur, atau permainan apalah itu, kami juga bosan dididik, karena kami lebih paham, kami lah yang akan mendidik apa itu yang namanya PENGUASA. atau lebih baik kami bunuh diri saja, tidak bukan kami tapi aku, aku ingin hidup satu trilyun tahun lagi....
inspired by me
















