OTAKU

baca, rasain, pikirin, pusingin, matiin, ceraaaaaahhhh booooooooookkkkkk!!!

(anti)tren April 12, 2007

Diarsipkan di bawah: Ingin Jadi Provokator — OTAKU @ 05:53
Tags: , , ,

sedang seru dan hangat-hangatnya isu tren ini menyebar seperti lalat di tengah kerumunan mayat, berteberbangan kian kesana kemari, hingga aku sadari mungkin buat sebagian orang risih juga baik itu dari kalangan anti maupun pro. tapi aku gembira sama orang bikin ini bahasan jadi panas dan mungkin bikin sebagian ada pula yang tak ambil peduli. yang jelas makin banyak mata melihat, dan makin banyak itu mulut berbicara saling jegal menjegal antara kubu anti dan pro, makin hidup juga budaya diskusi, yang awal mulanya hampir tak pernah ada di kampus ini.yang isinya "mahasiswa" yang katanya kritis. walau aku tak pernah menutup mata, mahasiswa saat ini sedang ngetren itu "kuliah setor absen".

bagiku, tren hanyalah sebagai alat untuk propaganda.

bila kapitalis buat tren untuk raih keuntungan semaximal mungkin. maka aku sebaliknya buat tren itu raih kebangkrutan semaximal mungkin untuk para kapitalis itu. walau ini terlihat kejam, tapi lebih kejam lagi penggunaan sistem kerja buruh yang tidak sesuai dengan gaji yang mereka dapatkan. buruh diperas tenaganya untuk menciptakan seluruh atribut "gaul" yang kita pakai, baik itu pakaian, celana, sepatu, topi2, etc yang ber-merk. dan dapat kita cermati kian bangkrutnya mereka di negeri ini.kebangkrutan perusahaan reebok, salah satunya. ini tidak lain adalah peran para distro, komunitas independen pedagang asongan(TP 5, delta pinggir jalan) mereka jual semua atribut gaul dengan harga yang lebih murah karena hasil buatan sendiri.tidak hanya itu, tren tidak hanya hebat menciptakan lapangan pekerjaan, namun juga hebat dalam hal bikin pembodohan,. dan bisa juga luar biasa bikin itu pencerdasan. itu semua tergantung dari sisi manakah kita memandang?

bagiku, memandang adalah melihat dari segala arah dan mempertimbangkan manakah yang pantas kupilih untuk kupandang, memandang tanpa pertimbangan adalah bunuh diri. mungkin juga jalan terbaik sebaiknya bunuh diri saja, bila tak ingin hidup lebih lama. pada awalnya aku sudah basi bahas ini isu. tapi aku masih saja ingin hidup 1000 tahun lagi diantara mayat-mayat dan lalat-lalat yang berterbangan.

tren antara pembodohan dan pencerdasan

tren bagiku seperti sebuah gaya, yang tak dapat diciptakan dan tak dapat pula dimusnahkan, melainkan bisa diubah menjadi tren yang lain. bila kau jadi tren maka akan selalu ada itu anti tren, yang akan mengganti tren sebelumnya, tapi dengan syarat bila anti tren ini memiliki kekuatan yang lebih dahsyat dari yang namanya tren sekarang. maka bersimpatilah terhadap para konsumen, karena kau penjual tren....... selanjutnya cerdaskan mereka karena bodoh suka ikut-ikutan... aku lebih suka pakai baju buatanku sendiri, dengan caraku sendiri.... dan aku lebih suka bahasa indonesiaku sendiri daripada sok-sokan pakai bahasa inggris... aku tak peduli itu ITB,UI atau kampus apalah itu, karena kampus-kampus itu aku rasa kalian sudah tahu, kampus yang sudah diubah jadi perusahaan dengan embel-embel PT.BHMN, dengan tujuan utamanya demi persaingan global, gLoBALISASI hasil amerika suka sedot SDA negara dunia ke3 macam Indonesia, venezuela, meksiko,etc... aku sarankan kau pindah saja ke UI, atau apalah itu sekalian ke hongkong sana, bila kau mau pakai bahasa inggris.. hahaha gitu aja kok repot.....

aku tak suka ikut-ikutan, aku coba cari kesukaanku sendiri, aku lebih suka JANCOK, atau ANJING, dan aku tak suka diatur, dan aku tak berpihak pada kubu manapun baik itu tren maupun anti tren,karena memang bagiku itu tak penting, dan ada baiknya mereka bersatu, buang-buang energi saja, kalau soekarno suka bilang itu NON-BLOk, tapi aku lebih suka sebut NON-GO-BLOK. yang lebih penting adalah berpihak kepada rakyat/penguasa karena memang hierarkisnya jelas, musuh rakyat adalah penguasa.

dan kalian tak perlu ajari aku, karena aku rasa kalian juga tidak perlu diajarkan, karena kita akan paham dengan sendirinya, kenapa kita bisa ikut-ikutan dan diarahkannya oleh mereka jadi bekicot, dipelorotkannya celana kita, atau malah dicingkrangkannya celana kita, atau malah diubahnya celana ini jadi jarik dan ada keris sakti disabuknya...ciuhh menjijikkan, dijajahnya pikiran kita ini, dan disedotnya uang kita, dan diperasnya otak kita oleh apa itu yang namanya kuliah, dan himpunan diubahnya jadi macam anak perusahaan dari jurusan yang sudah jadi perusahaan pakek embel2 ISO berstandar Internasional bookk..., dan semakin jauh dari kata RAKYAT, diubahnya kata RAKYAT jadi CUSTOMER, aku tak tahu kenapa otak penguasa selalu bodoh dan idiot, enak saja ambil kebijakan tanpa pahami sejarah kampus ini berdiri, untuk siapa kampus ini berdiri, yang jelas aku masih ingat soekarno pernah bilang dalam pidatonya di pembukaan kampus ini tepatnya 50 tahun yang lalu, "kampus ini adalah kampus untuk mencerdaskan rakyat, yang kesemuanya dari rakyat oleh rakyat, dan untuk rakyat", CUSTOMER? kita akan tahu itu dan semuanya sekarang sudah jadi tren... aku rasa semua itu tidak penting, karena kita akan paham dengan sendirinya, ketika kesenjangan sosial antara si kaya dan simiskin begitu tajam, ketika rakyat yang kini sedang membisu akibat kenaikan harga, ketika kasus kekerasan keluarga di kampung-kampung ikut juga meningkat, ketika anak putus sekolah juga ikut pula meningkat, ketika banyak juga angka bunuh diri, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, dan yang paling nyata, ketika kau sudah lupa kau asli daerah mana, dibesarkan dimana, apa nama negaramu, apa warna benderamu, bagaimana kondisi rakyatmu, yang di aceh, kelapran di papaua, busung lapar di nusa tenggara, banjir di jakarta, lumpur di dekat surabaya, kau LUPA!! iya kau LUPA, namun aku yakin kita akan INGAT, kita masih pernah dikader, walau akhirnya LUPA lagi... peran dan fungsi kita sebagai mahasiswa adalah PERHIASAN KAMPUS...ciuhh tenang saja nanti bisa di ubah INGAT lagi jadi AYAM KAMPUS, tenang-tenang ini yang paling seru KAM(UMAM)PUS !!!

ketika angka kemiskinan sudah semakin meningkat tajam dan membludak DUOOORRR...... mereka berlarian seperti harimua yang kelaparan dan menerkam dan mengoyak daging-daging segar dan gemuknya mahasiswa, yang kata mereka daging orang kaya yang selama ini makan daging-daging mereka.....BAKAR INI !! BAKAR ITU!! KITA BAKAR KAMPUS ORANG-ORANG KAYA INI... aku cuman malu bila rakyat yang akan membakar sendiri kampus kita... kampus-kampus yang sudah jadi Mal-mal yang menjulang tinggi ber-ac LG, sekarang aku tak tahu aku sedang terus mencoba agar rakyat tek perlu repot-repot turun tangan, karena kami sendiri yang akan membakar kampus kampus kami sendiri, karena kami sadar, kami tak butuh kemewahan, kami butuh pendidikan, dan kami ingin belajar bersama rakyat, kami buat itu Sekolah Rakyat, kami masuki kampung-kampung yang katanya kumuh itu, kami kaget, dan sangat kaget, karena kami sudah bosan dalam ruang-ruang kelas yang tertutup rapat, kami tidak ingin dicetak jadi robot, kami tak ingin jadi koruptor, kami ingin bermain musik, kami ingin bermain kartu, kami ingin bermain catur, atau permainan apalah itu, kami juga bosan dididik, karena kami lebih paham, kami lah yang akan mendidik apa itu yang namanya PENGUASA. atau lebih baik kami bunuh diri saja, tidak bukan kami tapi aku, aku ingin hidup satu trilyun tahun lagi....

inspired by me

 

STUDENT HIJO April 3, 2007

Diarsipkan di bawah: Ingin Jadi Penerbit Anti @Copyright — OTAKU @ 16:28
Tags: , , ,

karya : marco kartodikromo
terbit sejak tahun 1918
oleh sinar hindia

marco yang biasa dipanggil “mas marco” seorang bumiputera asal hindia(nama Indonesia yang dahulu) bikin ini novel ketika ia jalani itu hukuman penjara yang dijatuhkan oleh pemerintahan belanda. penjara identik dengan ruang kosong yang sepi, tempat yang nyaman untuk telurkan itu ide-ide kreatif buat provokasi para intelektual jawa ningrat. masa pra kemerdekaan bisa dibilang masa-masa revolusi bagi hindia. watak marco yang keras kepala dapat kita nilai dari keberaniannya berkali-kali melawan itu kolonial dengan buat tulisan provokatif dan disebarkannya keseluruh rakyat di hindia. telinga para ambteenaar pun risih juga dan buat merah mata para regent, borjuasi jawa nigrat. tak ada pilihan lain baginya, untuk cicipi segala macam ruang berdinding beton.

tetapi ada yang beda dengan novel yang ia buat kali ini, watak ke-keraskepala-nya tidaklah nampak sama sekali. ia bikin novel ini begitu romantik, dan penuh nuansa cinta. entah kenapa? mungkin memang ia ingin masuki dan selami itu nurani para anak ningrat, yang bisa di bilang anak yang terlahir dari keluarga ningrat, anak yang bisa enyam itu pendidikan Belanda hingga ke negeri eropa sana.anak yang jauh itu dari namanya “penderitaan”.

anak ningrat yang kehidupannya paling nikmat diantara mayoritas bumiputera : para babu jongos kelas terbawah masyarakat koloni. anak ningrat ini ia hipnotis, dengan segala keromantisan, dan ia arahkan pula kepada suatu realita ke-GAWATAN bahwa hindia haruslah merdeka.kalau kata tan malaka merdeka 100%. tidak lupa marco selipkan nada-nada provokatif sebagai senjata penyadaran, yang salah satunya berbunyi
“serdadu-serdadu belanda di negeri belanda pada awalnya adalah seorang termiskin dari kampung termiskin di negeri itu, ketika ia rajinnya mampu kuasai ini negeri para bumiputera, jadi semakin bertambah kayalah ia. dan kemudian lupalah ia, bahwa dirinya adalah tukang babi asal belanda. kenapa juga orang dari nederland yang asalnya baik bisa juga jadi orang jahat, dan orang jahat jadi semakin jahat bila ia injak tanah hindia?”

marco besarkan hati para ningrat yang pada saat itu mau-maunya juga diperbudak belanda, tapi padanan kata yang ia pilih sangatlah halus dan jauh dari itu kata sinis.

ada pula marco mulai ingin runtuhkan itu budaya jawa kental yang kolot, salah satunya adalah masalah kasta dalam masyarakat jawa, ia kritik itu belanda suka bicara bahasa kasar jawa “bodoh juga kumpeni itu sini ingin hormati dia dengan bahasa kromo jawa halus, tapi merekanya suka pakai itu bahasa ngoko”

hal itu dikarenakan mereka para belanda di hindia tidaklah suka pelajari macam bahasa-bahasa jawa, karena di negerinya belanda sana tidak ada itu yang namanya perbedaan tingkatan dalam bahasa, bagi mereka cara berbahasa untuk semua orang adalah sama. ini sekaligus juga mendobrak kekolotan para bumiputera, karena dalam watak budaya mereka sudah tercetak itu yang namanya kasta. dan kasta yang lebih rendah harus pulalah hormati itu kasta yang lebih tinggi dengan bicara gunakan bahasa jawa halus yang lebih pantas.

permasalahan penghambat gerakan untuk menyadarkan rakyat adalah Budaya tadi. yang kita lihat seakan-akan sepele, namun itu adalah tahapan awal untuk menuju kemerdekaan. maka budaya feodal itu haruslah segera diberangus dari frame berpikir kebanyakan rakyat hindia. agar mereka bisa kenali dan rasakan apa itu “penindasan”. barulah mereka bisa perjuangkan itu kemerdekaan.

tidak menutup mata, bangsa ini butuh marco, salah satu kaum bumiputera yang mampu baca dan tulis, dan dia sadari itu apa penindasan. karena ia “berpengetahuan”. dan jadilah ia nabi di jaman pra kemerdekaan yang lalu itu. ia sadar butuh lebih banyak kaum terdidik untuk merdekakan ini negeri. dan begitu juga ia sadar senjata mana yang pantas ia gunakan untuk lumpuhkan itu jiwa feodal para ningrat…

capek dehhhhh!!!!!

 

cinta April 1, 2007

Diarsipkan di bawah: ingin jadi sastrawan — OTAKU @ 13:48
Tags: , ,

aku hanya bisa menatapmu dibalik jendela

ruang maya tak terbatas

dan ku tahu

semua telah berubah

kecuali aku

yang masih

tetap sama

geelooo…

 

kam(umam)pus April 1, 2007

Diarsipkan di bawah: Ingin Jadi Provokator — OTAKU @ 13:22
Tags: , ,

saat itu aku duduk dalam ruang tunggu. menunggu surat keputusan rektor mengenai status mahasiswaku, dimana banyak para pembesar kampus saling bercengkerama, dan telinga kelelawarku pun ikut mendeteksi kebusukan suara-suara menjijikkan dari mahluk yang bernama birokera*……

“pak nuh, sekarang semakin banyak anak yang bodoh saja masuk kampus ini?”, pak probo salah satu dekan mulai angkat bicara, dan ia pun menambah “sampai kapan kita kemasukkan mahasiswa bodoh-bodoh ini, bisa gawat nanti kualitas lulusan kampus kita, bagaimana perusahaan bisa menerima mereka, bisa turun nanti image kampus kita di mata masyarakat pemodal dan industri”.

diujung meja terlihat wajah rektor yang mengernyitkan dahinya, sekalian ia elus janggut kesayangannya yang mirip serabut kelapa, hitam kriwel-kriwel. sedangkan di sebelahnya duduk seorang wanita yang sudah separuh baya dengan wajah mirip ibu-ibu dalam iklan MLM yang sering di putar di TV akhir-akhir ini. wanita itu memang bukan wanita sembarangan, dia adalah salah satu wanita yang paling berkuasa diantara para lelaki hidung belang bermata dollar di gedung nan megah itu. tak lama juga, akhirnya wanita itu pun angkat bicara.

“pak probo ini bagaimana? bagaimanapun juga mereka, yang bapak bilang bodoh itu, adalah pemodal terbesar dari kampus kita ini. sementara selama ini pemerintah sudah suka bikin putus itu jaringan finansial. bagaimana kita bisa membiayai seluruh operasional dalam kampus kita.lagian mereka yang bapak bilang bodoh itu kebanyakan adalah anak dari para pembesar link and match perusahaan-perusahaan besar. dan merekalah yang akan menyalurkan anak didik kita yang lulus untuk diperkerjakan di perusahaan mereka, jadi pak probo tidak usah khawatir, image atau pamor kampus kita justru tambah semakin cemerlang. dan satu lagi kita masih terapkan itu tahap persiapan pada mereka, jadi bila mereka tidak lulus ya terpaksa kita D.O. jadi kualitas lulusan kita masih tetap terjamin. yang penting dari semuanya adalah uang mereka sudah masuk kedalam rekening kampus kita”, seisi ruangan pun tak kuat menahan tawa, terbahak-bahak. “hahaha..” pak probo begitu kaget dengan jawaban itu, dan ia pun ikut juga berceloteh ” dasar anaknya bodoh, orangtuanya tambah bodoh, maunya dikibulin, hahaha…” .

sedang PR III bidang kemahasiswaan, tepat disebelah pak probo mulai angkat bicara juga” ehm, memang menarik juga kata bu noor, mahasiswa bodoh tapi kaya ini bisa memperbesar investasi pembangunan kampus kita, sudah banyak gedung yang kita bangun, ada asrama mahasiswa yang kini sedang dalam pembangunan, medical center, Student Center,sebentar lagi katanya kita mau buat lapangan golf. wahh luar biasa itu bu”,tukas si justkiding yang suka meringis itu. si just tidak kalah hebatnya dengan wanita penakluk, dia punya kelebihan suka buat kata “harus” kepada para mahasiswa yang suka demo. dia mampu kerahkan itu pasukan SKK(Satuan keamanan Kampus) buat usir para mahasiswa pendemo. layaknya komandan pasukan katak pengusir lalat di selokan kampus.

“pak Jaz bagaimana dengan angka presentase kerusuhan-kerusuhan demonstrasi di kampus kita ini, apakah sudah semakin stabil?”

“alhamdulillah pak, angkanya semakin menurun sejak kita sahkan itu kebijakan SKK/TKK(Satuan keamanan kampus/Tata Kehidupan Kampus”,

“terus dengan kasus demonstrasi yang terakhir tentang Lapindo itu lho?”.

“ahh, bapak tenang saja, pemerintah sudah kirim itu PANSUS buat selidiki mahasiswa yang buat onar, lagian kita sudah telpon itu orang tua mahasiswa, untuk memperingatkan anaknya agar tidak buat kerusuhan lagi”

“hahahaha, bagus sekali, pak jaz semakin cerdas saja, kita memang harus perlakukan itu mahasiswa mirip anak SMA. itu khan juga berkat ide saya, untung SK OMB itu segera kita perlakukan, apa jadinya bila mereka dikader, bisa jadi serigala nanti, sukanya berontak. hahaha…”

bersambung…..


cerita ini hanya fiktif belaka, bila ada kesamaan karakter dan nama dalam kehidupan anda. itu hanyalah kebetulan semata....

(lagi…)

 

bangun (2) April 1, 2007

Diarsipkan di bawah: Ingin Jadi Provokator — OTAKU @ 13:06
Tags: , ,

hai! apa kabar? akhirnya kau datang juga kemari.aku baik-baik saja, cuman agak sedikit kacau kali ini. yang jelas aku tahu benar. kau tertarik padaku kali ini. iya memang itu terlihat dari raut mukamu yang selalu muram, menyimpan ribuan pertanyaan yang siap kau jejalkan padaku malam ini. bolehkah aku bertanya padamu, apa kau baca koran hari ini?, ya ada aksi demonstrasi lagi,iya kau benar aku ikut dalam aksi itu, memang kebanyakan dari mereka adalah kawan-kawanku, tidak aku tidak berhak menyombongkan diri. aku tahu sendiri sikap sombong itu tidak membawa sesuatu hal yang positif sedikitpun terhadapku. cuman membawaku kian dibenci ribuan orang disekelilingku. apa kau bilang, siapa otak dibalik semua itu? ah pertanyaanmu seperti birokrat saja. jelas-jelas itu pertanyaan mirip pembantu rektor 3 kampus kita. hahaha, iya dia masih tetap ada sampai sekarang. hahaha.. warisan orba yang belum juga direformasi dan tidak tersentuh sama sekali adalah kampus. entah kenapa? mungkin memang karena mereka pikir kampus masih menyimpan muatan-muatan pemberontakan didalamnya. apa kau bilang. iya memang. akhirnya pemerintah kirim PANSUS ke kampus kita. kau pasti ketawa . aku tak tahan juga menahan tawa. hahahaha… asal kau tahu mereka bikin itu pansus bukan untuk selidiki kampus kita, benarkah itu kampus ANJING LAPINDO? hahaha. … iya tepat sesuai perkiraanmu mereka selidiki mahasiswa yang berdemonstrasi… entah dimasuki apa itu otak pemerintah… sakit jiwa betul!.

Apa kawan? ah tidak, kali ini aku memang sakit, biasa masuk angin dan pilek, memang rasanya tulangku mau lepas, apalagi tulang dadaku.nyeri dan sakitnya kadang-kadang menusuk sampai ke sumsum. ahh itu sudah biasa bagiku, kau tak perlu khawatir. aku memang kesepian akhir-akhir ini, mungkin karena itu aku merokok tak kunjung berhenti seperti lokomotif. iya, aku sudah sering kehabisan uang di akhir minggu. dan walhasil aku sering juga menghutang kepada kawan. hahaha. kau bisa saja. aku tidak berbakat ngemplang utang, macam-macam saja idemu itu. kalau orang yang aku utangi itu terlalu kaya boleh-boleh saja. namun sayang kawanku ini kebanyakan orang yang berkecukupan.

apa kau bilang? aku tidak heran kawan, dengan bagaimana bisa kampus kita ini masih saja menyelenggarakan seminar-seminar besar dengan mengundang beberapa perusahaan besar pula. padahal kita tahu sendiri di sidoarjo sana, terjadi kesengsaraan besar yang disebabkan oleh perusahaan besar pula. bolehlah kusebut itu kecemburuan sosial, kampus yang seharusnya tidak hanya menunjukkan sikap empati bahkan kalo bisa lebih, bersikap mendukung warga porong, minimal mendukung ganti rugi wargalah. asal kau tahu kawan kunci untuk ganti rugi ada di kampus kita, iya berupa data-data kekayaan baik itu tanah, bangunan, dan segala barang-barang didalamnya, ada di kampus kita. yang lebih menjengkelkan, ketika warga meminta data kekayaan mereka sendiri, masih saja dihalang-halangi oleh pihak birokrat kampus kita. ada yang dibulet-buletkan dengan hasil nihil, padahal kita tahu sendiri. mereka sebagai korban yang pikirannya sudah bulet-bulet tambah dibulet-bulet. mo jadi kayak apa itu perasaan korban? dan saat itulah kawan-kawan merasa terpanggil untuk segera menyuarakan kebrobokan mental birokrasi kampus kita ini.

memang semua akibat adanya momen. suatu kesempatan besar untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa kampus kita sudah diarahkan kepada suatu proyek besar yang dinamakan swastanisasi kampus, aku pinjam istilah RL.Stine, seorang pengarang horor alien terkenal, dimana induk semang dari semua ini adalah amerika yang paling banyak punya perusahaan no satu itu, mereka juga suka suarakan itu globalisasi, mirip dengan 3A semboyan jepang di jaman PD II dulu. aku katakan mirip karena pengaruhnya memang hampir mirip dengan kondisi lalu. Soekarno sempat terpana dengan jepang yang biang fasis ini. kalau tak percaya lihat angka bunuh diri yang meningkat dari tahun-ke tahun di jepang, tidak lain adalah merupakan akibat dari pengaruh kerasnya sistem pendidikan jepang.
iya memang, untung saja sukarni dan kawan-kawan pemuda segera menculik itu pimpinan PPKI untuk segera memerdekan ini negeri.hahaha. iya ingatanmu ini memang tajam kawan walau kau sudah setua ini. hahaha… bicara dengan pendidikan ini negeri, tentu kau tahu manakah yang lebih manusiawi, dan mendidik , atau tepatnya layak untuk manusia… itu memang haruslah keputusan semua orang, ya tentu saja orang yang berada dalam suatu sistem yang akan di berlakukan itu.

berkaitan dengan itu, ini begitu menyedihkan. Mereka, para birokrat kampus rela korbankan salah satu bumbu terpenting, bumbu yang selama ini sangat dibutuhkan. boleh kutekankan “pondasi paling dasar” untuk menciptakan iklim kemerdekaan untuk anak didiknya yaitu mahasiswa,walau kau tahu sekarang nak didik itu sudah berganti kata menjadi customer, hahaha, ya kebebasan baik itu berpikir, berkreatifitas, bersuara, berkelompok, malahan berorganisasi, atau lebih parah lagi “bikin hidup lebih hidup” dengan girang mereka sebut “PEMASUNGAN DEMOKRATISASI KAMPUS” yang identik dengan sebutan “ROBOTISASI MAHASISWA”.

hahaha… kau tahu bagaimana bisa aku berkata seperti itu. karena memang itu yang kurasakan. maafkan aku bila semua yang kuungkap berdasar perasaan pribadiku. mungkin karena semakin sedikitnya manusia yang menggunakan nuraninya untuk merasa. jujur saja aku seperti merasa terpanggil menjadi seorang nabi di abad ini, untuk selalu menggunakan perasaan hatiku. dalam grup band netral. iya grup band yang sempat melejit namanya di tahun 2004 an lalu itu, mereka nyanyikan itu lagu dengan judul “nurani”, hahaha…

hey jadi ingat sama gerakan moral yang dilakukan kawan-kawan muda kita seumuran rendra di tahun 70-80an, iya kau pernah cerita itu.walau sekarang aku bilang “taik itu rendra”, mirip pula wajah mudanya dengan andie rif, kaupun bicara padaku itu tahun jaman sudah bahuela. paling tidak bagiku masih ada pelajaran yang bisa kita petik bukan?. ya.. kaum muda masih berontak kala itu. aku masih ingat kau ceritakan perubahan kondisi kampus ITB yang drastis dari rapat-rapat umum mahasiswa yang tidak pernah berhenti sampai malam sekalipun hingga tindakan represif berlebihan yang dilakukan pemerintah sangat jelas terlihat, berupa kekerasan fisik, penculikan. walah-walah … itu dulu kawan … sekarang sama sekali itu kondisi sudah tidak bisa dibandingkan lagi dengan sekarang. yang jelas kita butuh itu perasaan yang bernama “nurani” untuk bisa merasakan apa itu “penindasan” yang sedang terjadi.. dan malahan lebih dekat dalam keseharian kita. ah.. tidak semua penilaian tetap ada ditanganmu,cumansaja aku tetap berusaha jujur padamu..kita sedang mengalami kekerasan yang lebih dahsyat dari itu yang namanya fisik…

wahh gawat… sudah ada yang meneleponku… rasanya aku harus akhiri perbincangan kita kali ini, ada tugas seabrek yang sedang menunggu dirumah… aku tak peduli itu sakit karena memang fisikku saja yang sakit, aku lebih bersyukur nurani ini masih bisa berfungsi begitu juga mental dan otakku masih bisa berfikir dan berbicara banyak kepadamu… apa kau masih ingin tahu lebih banyak lagi! ya aku rasa kau akan mulai memahami apa itu penindasan jaman kini.. asal kau ingin tahu lebih banyak itu sudah cukup bagiku.. dengan gembira aku terima tawaranmu kawan… ya kita bertemu lagi.. tunggulah ya? dalam ruang ya bernama “maya”, dan waktu yang bernama “luang”. oh iya ada yang ingin kutanyakan lagi.bagaimana rasanya bila kita tak punya lagi motivasi untuk bernurani?